Rabu, 16 Juni 2010

Contoh Rumusan Kurikulum Dengan Memadukan Berbagai Strategi dan Pendekatan Belajar

Anda akan melihat contoh rumusan kurikulum dengan memadukan berbagai strategi dan pendekatan belajar.

Anda bisa mengamati Kurikulum SMP Al-Muttaqin

Kurikulum

Kurikulum merupakan seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi dan bahan pembelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar (KBM). Beranjak dari hal tersebut maka dalam pelaksanaan sebuah kurikulum harus memperhatikan tiga hal yaitu isi bahan pelajaran, strategi pembelajaran serta evaluasi dari kegiatan belajar mengajar.

Isi Bahan Pelajaran/Kontens
Bahan pembelajaran di SMP Al Muttaqin adalah merupakan penggabungan bahan-bahan dari dinas, yayasan dan atau pengembangan dari kreatifitas pendidik dengan tanpa keluar dari kontek kurikulum

Strategi Pembelajaran


Strategi Pembelajaran KBK

Sistem pengelolaan kurikulum ini menuntut kegiatan belajar mengajar yang memberdayakan semua potensi peserta didik untuk menguasai kompetensi yang diharapkan. Pemberdayaan ini diarahkan untuk mendorong individu belajar sepanjang hayat dan mewujudkan masyarakat belajar. Kegiatan belajar mengajar dilandasi oleh prinsip-prinsip berikut.

1. berpusat pada peserta didik

2. mengembangkan kreativitas peserta didik

3. menciptakan kondisi menyenangkan dan menantang

4. mengembangkan beragam kemampuan yang bermuatan nilai

5. menyediakan pengalaman belajar yang beragam

Aplikasi Strategi Pembelajaran di SMP Al Muttaqin

Pendekatan Pembelajaran Kontekstual
Penerapan pendekatan ini memperhatikan prinsip

1. Relating: proses pembelajaran selalu dikaitkan dengan kontek pengalaman kehidupan nyata.

2. Experiencing: proses pembelajaran ditekankan kepada penggalian (eksplorasi), penemuan (discovery), dan penciptaan (invention)

3. Applying: proses pembelajaran bilamana pengetahuan dipresentasikan didalam konteks pemanfaatannya.

4. Cooperating: proses pembelajaran melalui konteks komunikasi interpersonal, pemakaian bersama, dsb.

5. Transferring: proses pembelajaran melalui pemanfaatan pengetahuan didalam situasi atau konteks baru.

Paradigma Life Skill

a. Happy; bahwa dalam proses pembelajaran dibuat sedemikian rupa tanpa paksaan sehingga peserta didik merasa senang ketika didalam dan atau di luar pembelajaran/kelas

b. Full Actualize, bahwa dalam proses pembelajaran yang diselenggarakan menjadi tempat aktualisasi peserta didik dan pendidik.

c. Usefull; bahwa hal yang dipelajari harus berdaya guna bagi orang lain dan peserta didik pada masa kini dan yang akan datang.

Accelerated Learning

Penerapan Accelerated Learning, di SMP Al Muttaqin memperhatikan lima aspek. Diantaranya:

1. Dalam KBM disediakan perangkat pembelajaran.

2. Dalam KBM setiap peserta didik diberi kesempatan untuk memanipulasi perangkat pembelajaran

3. Dalam pembelajaran peserta didik memiliki pilihan atau kebebasan untuk melakukan aktifitas pembelajarannya

4. Dalam KBM setiap peserta didik diberi kebebasan untuk berkomunikasi

5. Dalam KBM Pendidik memberikan penguatan maupun support

Penanaman Prinsip-prinsip Kepemimpinan

Sebagai sebuah lembaga pendidikan yang memiliki visi menjadi sekolah terbaik yang mencetak calon-calon pemimpin maka dalam pembelajaran di SMP Al Muttaqin ditanamkan prinsip-prinsip kepemimpinan, yaitu;

1. Memahami diri sendiri (Understanding self)

Memahami dan mengembangkan sikap positif tentang diri peserta didik, apa yang disukai dan tidak disukainya, apa cita-citanya dan hal lainnya yang berkenaan tentang pengenalan peserta didik terhadap dirinya.

2. Berkomunikasi dengan orang lain (Comunicating)

Komunikasi efektif dua arah dalam berbagi informasi melalui tulisan, mendengar, berbicara dan bahasa tubuh.

3. Memahami orang lain (Getting with others)

Mengembangkan dan memahami bagaimana berhubungan dengan orang lain (individual atau dengan kelompoknya) dan bagaimana mereka menerima dan mengapresiasikan perbedaan antara dirinya dengan orang lain.

4. Belajar untuk bagaimana belajar (Learning To Learn)

Memahami keterampilan dan metoda yang membantu belajar dan bagaimana peserta didik dapat menjadi kekuatan positif dalam menggunakan peluang belajar yang dimilikinya

5. Membuat keputusan (Decision Making)

Mempelajari langkah-langkah dan pendekatan untuk mencapai tujuan, pemecahan masalah dan mengambil aksi/tindakan secara individu maupun bersama

6. Pengelolaan (Managing)

Memilih dan menggunakan bahan-bahan yang tersedia untuk mencapai segala yang diinginkan (untuk mencapai tujuan). Hal ini melibatkan identifikasi sumber daya (waktu, benda-benda, orang atau uang) dan menggunakan sumberdaya tsb secara efektif

7. Bekerja dalam kelompok (Working with group)

Belajar bagaimana kelompok orang bekerja sama dan bagaimana menolong kelompok untuk menyelesaikan tujuannya dengan baik.

Evaluasi Pembelajaran

Evaluasi Pembelajaran

Evaluasi pembelajaran Depdiknas mengacu pada pola evaluasi Penilaian Berbasis Kelas. Penilaian Berbasis Kelas merupakan kegiatan pengumpulan informasi tentang proses dan hasil belajar peserta didik untuk mengetahui tingkat penguasaan kompetensi yang ditetapkan. Penilaian Berbasis Kelas bersifat internal, yaitu hanya dilakukan oleh pendidik yang bersangkutan. Penilaian tersebut juga merupakan bagian dari kegiatan belajar mengajar sebagai masukan bagi peningkatan mutu hasil belajar.

Penilaian Berbasis Kelas memberikan kewenangan pada sekolah untuk menentukan kriteria keberhasilan, cara, dan jenis penilaian. Penilaian Berbasis Kelas menggunakan prinsip-prinsip sebagai berikut.

1. Berorientasi pada kompetensi

Penilaian mengacu pada kompetensi yang dimuat dalam kurikulum. Semua kompetensi yang ditumbuhkembangkan pada diri peserta didik mendapat peluang yang sama untuk dinilai.

2. Mengacu pada patokan

Penilaian mengacu pada hasil belajar sebagai kriteria ditetapkan (criterion reference assessment). Sekolah menetapkan kriteria sesuai dengan kondisi dan kebutuhannya.

3. Ketuntasan belajar

Pencapaian hasil belajar ditetapkan dengan ukuran atau tingkat pencapaian kompetensi yang memadai dan dapat dipertanggungjawabkan sebagai prasyarat penguasaan kompetensi lebih lanjut. Sekolah dapat menetapkan tingkat ketuntasan belajar sesuai kondisi dan kebutuhan.

4. Menggunakan berbagai cara

Pengumpulan informasi menggunakan berbagai cara untuk memantau kemajuan dan hasil belajar peserta didik. Tes maupun non-tes dipergunakan untuk pengumpulan informasi.

5. Valid, adil, terbuka, dan berkesinambungan

Penilaian memberikan informasi yang akurat tentang hasil belajar peserta didik, adil terhadap semua peserta didik, terbuka bagi semua pihak, dan dilaksanakan secara terencana, bertahap, dan terus menerus untuk memperoleh gambaran tentang perkembangan belajar peserta didik sebagai hasil kegiatan belajarnya.

Penerapan Penilaian Berbasis Kelas di SMP Al Muttaqin

1. Penilaian Kinerja (performance assesment)

Penilaian kinerja dilakukan selama proses pembelajaran berlangsung. Hal ini dilakukan agar penilaian sebuah proses pembelajaran tidak hanya terpacu pada hasil namun juga proses.

2. Portefolio (portofolio)

Portefolio adalah koleksi/kumpulan dari berbagai ketrampilan, ide, minat dan keberhasilan atau prestasi peserta didik selama jangka waktu tertentu. Koleksi tersebut memberikan gambaran perkembangan peserta didik setiap saat. portefoliomerupakan perspektif jangka panjang yang mengkalkulasikan peningkatan yang dialami.

3. Penilaian pribadi (self assesment)

Penggunaan penilaian pribadi dilakukan oleh peserta didik untuk dirinya dan teman-temannya. Hasil penilaian ini dijadikan salah satu sumber penilaian pendidik.

4. Jurnal (Journal)/makalah/artikel

Jurnal/makalaj/artikel merupakan suatu hasil proses refleksi dimana peserta didik berpikir tentang proses belajar dan hasilnya, kemudian menuliskan ide-ide, minat dan pengalamannya. Dengan kata lain jurnal/makalaj/artikel membantu peserta didik dalam mengorganisasikan cara berpikirnya dan menuangkannya secara eksplisit dalam bentuk gambar, tulisan dan bentuk lainnya. Hasil dari karya peserta didik tersebut dijadikan salah satu sumber penilaian oleh Pendidik.

5. Proyek/penugasan

Penilaian proyek dilakukan dengan cara setiap peserta didik diberikan penugasan tertentu, kemudian dikerjakan di luar kegiatan sekolah. Hasil dari proses ini dikumpulkan dan dijadikan bahan penilaian Pendidik.

6. Tes Tertulis

Tes tertulis dilakukan dengan berbagai macam cara, seperti evaluasi harian maupun bulanan dan akhir pokok bahasan. Evaluasi ini dapat berbentuk essay maupun pilihan ganda

7. Tes Lisan

Tes lisan dilakukan pendidik dengan beragam cara. Diantaranya wawancara, pertanyaan penguat, presentasi, demontrasi maupun diskusi.

Semua hasil penilaian dalam satu semester diolah untuk kemudian dijadikan raport kemajuan belajar peserta didik di pertengahan dan akhir semester.



Tujuan Pendidikan Di SMP Al Muttaqin

Meningkatkan Pengetahuan peserta didik untuk melanjutkan pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi dan mengembangkan diri sejalan dengan perkembangan pengetahuan, teknologi dan kesenian.

Meningkatkan Kemampuan peserta didik sebagai anggota masyarakat dalam mengadakan hubungan timbal balik dengan lingkungan sosial, budaya dan alam semesta

Program Pengajaran Sekolah

Program Pengajaran Sekolah Menggunakan Kurikulum Dinas Pendidikan Nasional dengan muatan yayasan : Bahasa Arab, Al Quran , dan Pembinaan Kepribadian.

Program unggulan dari SMP Al Muttaqin adalah membuka kelas Bilingual, yaitu kelas dimana dalam pembelajaran IPA, Matematika, IPS, Seni Budaya dan TIK menggunakan pengantar Bahasa Inggris. Khusus untuk mata pelajaran IPA dan Matematika selain menggunakan kurikulum Dinas Pendidikan Nasional juga Kurikulum Internasional


Program Pengajaran Khusus

Program yang dilaksanakan pada waktu istirahat dan setelah jam pelajaran berupa :

Pembinaan Kepribadian Islami: Ba’da Duhur Tausiah/Ceramah dengan menggunakan bahasa Inggris dan Ba’da Ashar Tausiah/Ceramah dengan menggunakan bahasa Indonesia.

Pembinaan Bahasa : setor pembendaharan kosa kata bahasa Inggris

Ekstra Kurikuler : Program ini harus diikuti oleh seluruh peserta didik, Setiap peserta didik diwajibkan memilih satu dari sekian banyak pilihan

Kepemimpinan : seluruh peserta didik diharapkan terlibat dalam organisasi peserta didik berupa Qid’s, Pramuka, UKS, dan Jurnalis (bulletin dan penyiar radio)

Mabit (Malam Bina Iman dan Taqwa) : Program ini diikuti seluruh peserta didik dengan kegiatannya adalah pendalaman keislaman, kemandirian, dan pengembangan seni.

3 Ranah Keunggulan

Pertama, ranah afektif, yaitu konsep pendidikan kepribadian Islami . Dengan konsep pendidikan ini diharapkan peserta didik mampu menguasai dasar-dasar ajaran Islam seperti menguasai pelaksanaan ibadah-ibadah sesuai sunnah Nabi Muhammad SAW, hafal Al Qur'an minimal 2 juz, dan memiliki akhlak yang Islami.

Kedua, ranah kognitif, yaitu mampu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.

Ketiga, adalah ranah psikomotorik, yaitu memiliki ketrampilan dan keahlian.

Kepribadian Islami

Menguasai Dasar-dasar Ajaran Islam
Memiliki iman yang kokoh dan mendalam
Mampu menghafal AL Qur'an minimal 2 juz
Menguasai pelaksanaan ibadah sesuai sunnah
Menguasai do'a-do'a keseharian, hadits dan ayat-ayat Al qur'an pilihan

Memiliki Akhlak Islami
Mencintai dan menghormati orangtua dan pendidik serta orang yang lebih tua
Menyayangi teman dan orang yang lebih muda
Memiliki kecenderungan yang kuat dalam beramal saleh
Tidak memiliki catatan negatif perilaku keseharian

Penguasaan Iptek
Mampu menyerap dan menguasai materi pelajaran yang didapat dengan nilai (raport)
sesuai dengan SKBM dan rata-rata NEM minimal 8,5
Memiliki semangat menuntut ilmu, membaca dan ingin tahu/meneliti untuk mencapai kebenaran

Ketrampilan dan keahlian
Menguasai bahasa Asing (Bahasa Inggris tingkat Intermediate, Bahasa Arab pada tingkat dasar)
Mampu mengolah dan melaporkan informasi secara tertulis
Menguasai dan terampil menggunakan alat bantu berteknologi tinggi
Menguasai dan/atau berprestasi pada salah satu cabang olahraga atau kesenian, baik secara individu maupun kelompok
Mandiri memenuhi kebutuhan pribadi dan memiliki jiwa kepemimpinan.

(smpalmuttaqin.net)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar